Demi Kebutuhan Pasokan Gas Harus Ada Afirmasi Untuk PGN

Rabu, 13 September 2017, 11:00:00 WIB - Peristiwa

Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengecek jaringan gas di dapur salah satu pedagang Nasi Kuning di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Selasa (29/8). Selain dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga, Jargas di wilayah setempat juga membantu sejumlah pedagang kecil dalam menjalankan usahanya. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan insentif regulasi kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Anggawira menegaskan PGN selama ini telah berkontribusi dalam mengembangkan infrastruktur pipa gas dalam menyalurkan gas bumi kepada seluruh masyarakat.

"PGN sudah membangun pipa-pipa gas yang disalurkan ke masyarakat dari berbagai segmen pelanggan mulai dari rumah tangga, UKM, komersial, industri, pembangkit listrik dan transportasi. Untuk itu perlu diberikan privilege dibandingkan dengan perusahaan lain yang hanya sebatas membeli kuota gas saja," ujar Anggawira dalam siaran pers yang diterima gresnews.com, Rabu (12/9).

Total pipa gas yang sudah dibangun di Indonesia sepanjang 9.876 km, terdiri dari 5.150 km pipa transmisi dan 4.726 km pipa distribusi. Sebanyak 7.200 km dari jumlah total pipa gas adalah milik PGN. Pembangunan yang dilakukan oleh PGN terintegrasi mulai dari integrasi pasokan gas, integrasi infrastruktur, dan integrasi pengguna dari berbagai segmen sehingga dapat mengelola keberlangsungan gas dan pelayanan ke pengguna gas domestik.

"Dengan jumlah tersebut, sudah sepatutnya PGN diberikan kelonggaran dalam hal regulasi. Karena kita perlu pertimbangkan juga jumlah dana yang dikeluarkan oleh PGN untuk membangun seluruh infrastruktur tersebut," jelas Anggawira.

Adapun insentif yang dimaksudkan oleh Anggawira adalah terkait dengan distribusi gas dan penetapan harga. Dirinya berharap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dapat mengambil keputusan tepat dalam penanganan perkara yang melibatkan PGN saat ini.

"Selama ini PGN telah melakukan banyak efisiensi dalam hal distribusi dari hulu ke hilir. Sehingga saya rasa tidak ada pemanfaatan posisi dominan yang dilakukan oleh PGN. Kita berharap KPPU dapat mengkaji hal ini lebih dalam dengan mempertimbangkan biaya infrastruktur pipa gas yang dibangun PGN, serta kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri," tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini infrastruktur PGN setara dengan 80% pipa gas bumi hilir seluruh Indonesia. Dari infrastruktur pipa gas bumi tersebut, PGN mengalirkan gas ke 1.652 pelanggan industri dan pembangkit listrik, sebanyak 1.929 pelanggan komersial (hotel, restoran, dan rumah makan) dan Usaha Kecil, serta mengalirkan gas ke 204.000 pelanggan rumah tangga. Pelanggan PGN kini tersebar di 19 kota di 12 provinsi. (mag)

Komentar