Muncul wacana menyandingkan kandidat calon gubernur Jakarta Sandiaga Uno dengan politikus PKS Mardani Ali Sera. Namun muncul pula penolakan. Pihak yang tak setuju ini bahkan ingin membentuk koalisi baru.

"Kalau memang seperti itu, kami PKB akan menarik dukungan dan akan membangun poros baru," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Abdul Aziz saat berbincang, Jumat (9/9).

Mereka bahkan merencanakan mengusung Yusril Ihza Mahendra sebagai cagub. Koalisi pendukung Yusril ini dinamakan poros alternatif. "Bisa Yusril. Kita bikin poros alternatif," kata Aziz.

Mereka mengomunikasikan realisasi koalisi poros alternatif ini dengan PAN, Partai Demokrat, dan PPP. Aziz menyatakan kemungkinan besar mereka setuju membentuk koalisi baru untuk Pilgub DKI 2017 ini.

"Mudah-mudahan bisa sepakat. Lagi cari titik temu. 75 persen fix (pasti)," ujar Aziz.

Kenapa tak mendukung Sandiaga-Mardani? Komunikasi politik-lah yang menjadi penyebabnya. PKB merasa tak diajak bicara soal wacana duet itu.

"Kami kok enggak diajak bicara soal cawagub yang diusung Sandiaga. Mestinya dikomunikasikan terlebih dahulu. Ini menjadi kekecewaan kami," ujar Aziz.

Apalgi semula PKB mendukung Sandiaga untuk berduet dengan sosok Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Kini PKB kecewa. "Kok tiba-tiba kita ditinggal," kata dia. (mon/dtc)