Suap Brotoseno Tuntas, Perkara Korupsi Kondensat TPPI Lepas

Kamis, 12 Januari 2017, 09:00:00 WIB - Hukum

Penyidik kepolisian melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi penjualan kondensat bagian negara oleh PT TPPI (Gresnews.com/Edy Susanto)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bergerak cukup cepat dalam menuntaskan kasus dugaan suap yang melibatkan AKBP Raden Brotoseno bersama tiga tersangka lainya. Hanya dalam hitungan bulan, tim penyidik telah melimpahkan barang bukti dan tersangka kasus Brotoseno ke Kejaksaan Agung.

Seperti diketahui, AKBP Brotoseno ditetapkan sebagai tersangka bersama Kompol berinisial D karena menerima duit Rp1,9 miliar. Uang suap ini diduga diberikan untuk memperlambat penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Kalimantan Barat tahun 2012-2014.

Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri melimpahkan barang bukti dan tersangka kasus dugaan suap dengan tersangka AKBP Raden Brotoseno bersama tiga tersangka lainya ke Kejaksaan Agung, Rabu (11/1). Pelimpahan tahap II itu dilakukan setelah jaksa pemeriksa menyatakan berkas perkara telah lengkap.

'Kita limpahkan agar segera disidangkan,' kata Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Kombes Pol Erwanto Kurniadi, Rabu (11/1).



Tersangka yang dilimpahkan antara lain, AKBP Raden Brotoseno, Kompol D, pengacara inisial H, dan perantara inisial L. Dalam perkara ini, diduga total uang suap yang dijanjikan mencapai Rp3 miliar. Belakangan, penyidik Polri juga menyita duit sebesar Rp1 miliar terkait kasus suap hasil operasi tangkap tangan Tim Saber Pungli Polri tersebut.

Total duit yang disita sebagai barang bukti mencapai Rp2,9 miliar. Brotoseno, Kompol D, H dan L dijerat dengan Pasal 5 juncto Pasal 12 a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Barang bukti dan tersangka telah diterima tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jakarta Selatan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum mengatakan, penyerahan tersangka dengan barang bukti dilakukan di Kejari Jakarta Selatan. 'Iya sudah kita terima tersangka dan barang buktinya,' kata Rum di Kejaksaan Agung, Rabu (11/1).

Seperti diketahui pada 11 November tahun lalu, Tim Sapu Bersih Polri menangkap AKBP Brotoseno saat menerima uang suap sebesar Rp1,9 miliar. Mantan penyidik KPK ini menerima suap dari pengacara berinisial HR yang mengaku pengacara DI yang disebut-sebut sebagai kepanjangan dari Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN.

Kabag Penum Mabes Polri Kombes Rikwanto saat itu mengatakan, tujuan suap kasus ini memperlambat penanganan kasus korupsi cetak sawah. 'Jadi ini pengacara itu yang berikan uang untuk memudahkan pemeriksaan terhadap DI,' kata Rikwanto.

Dugaan korupsi cetak sawah disidik saat Kabareskrim dijabat Komjen Budi Waseso. Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan satu tersangka, yakni Dirut PT Sang Hyang Seri Upik Rosalina yang saat itu menjabat sebagai Ketua tim kerja BUMN Peduli 2012. Penyidik menemukan adanya dugaan korupsi cetak sawah fiktif di Kabupaten Ketapang, Kalbar tahun 2012 hingga 2014 masing-masing BUMN diwajibkan untuk menyetorkan Rp15 miliar hingga Rp100 miliar untuk proses cetak sawah.

Proyek cetak sawah itu merupakan proyek patungan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan BUMN yang nilainya mencapai Rp317 milar. Perusahaan itu antara lain Bank BNI, PT Askes, Pertamina, Pelindo, Hutama Karya, BRI, dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Saat itu Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar