Saldi Isra, Angin Segar Buat MK?

Senin, 10 April 2017, 09:00:00 WIB - Hukum

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Mensesneg Pratikno (kanan) menerima Ketua Panitia Seleksi Hakim MK Harjono (keempat kiri) dan anggota Pansel Ningrum Natasya Sirait (kedua kiri), Sukma Violetta (ketiga kiri), Maruarar Siahaan (kelima kiri), dan Todung Mulya Lubis (keenam kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/4). Dari hasil seleksi pada minggu lalu, Pansel menyerahkan kepada presiden tiga nama calon hakim MK dengan peringkat tertinggi, yaitu Saldi Isra, Bernard Tanya, dan Wicipto Setiadi. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM — Ditunjuknya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra, sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Patrialis Akbar disambut dengan penuh suka-cita oleh banyak pihak. Anggota panitia seleksi (pansel) calon hakim MK Todung Mulya Lubis menyampaikan, pihaknya bersyukur karena Presiden Joko Widodo akhirnya memilih sosok Saldi yang notabene mendapat nilai tertinggi sepanjang proses seleksi.

Padahal, kata Todung, Jokowi punya hak prerogatif untuk menentukan pilihannya sendiri, terlepas dari hasil yang disodorkan pansel. "Syukur Pak Presiden memilih berdasarkan ranking. Saldi adalah calon hakim MK yang paling memuaskan saya dan kawan-kawan yang lain (tim pansel-red)," kata Todung kepada gresnews.com, Minggu (9/4).

Diketahui, saat menyerahkan tiga nama calon hakim MK kepada Jokowi pada Senin (3/4) lalu, nama Saldi Isra berada di urutan pertama sebagai peraih nilai tertinggi. Di bawahnya, ada dosen Universitas Nusa Cendana Bernard L Tanya, dan pensiunan Kementerian Hukum dan HAM Wicipto Setiadi.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, Todung kerap bicara, persoalan yang dihadapi MK saat ini adalah persoalan integritas. Kepercayaan publik kepada MK cenderung menurun seiring ditangkapnya dua hakim lembaga tersebut—Akil Mochtar dan Patrialis Akbar—oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Disinggung apakah sosok Saldi merupakan sosok berintegeritas dan dengan demikian mampu mengembalikan marwah MK pada posisi yang semestinya, Todung menjawab pertanyaan tersebut merupakan harapan semua orang.

"Saldi dikenal sebagai ahli hukum tata negara, masih relatif muda karena baru berusia 49 tahun, banyak menulis di media dan dikenal cukup baik, serta punya reputasi yang bagus. Mudah-mudahan kehadiran Saldi bisa memberikan warna tersendiri buat MK," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua KoDE Inisiatif Veri Junaidi. Menurut sosok yang terbilang sering bolak-balik berperkara di MK ini, Saldi Isra lebih dari sekadar ahli hukum tata negara. Veri menambahkan, Saldi adalah aktivis antikorupsi yang komitmennya terhadap pemberantasan korupsi cukup bisa diandalkan. Komitmen antikorupsi menjadi nilai tambah bagi Saldi mengingat jatuhnya marwah MK jelas-jelas disebabkan kejahatan tersebut.

Diketahui, atas usahanya dalam melawan korupsi, Saldi meraih Bung Hatta Anti-Corruption Award pada 2004 serta disebut sebagai Pahlawan Muda Bidang Pemberantasan Korupsi versi Megawati Soekarnoputri Award 2012. "Pemikiran Saldi juga cukup progresif. Oleh karena itu kita semua berharap dan cukup yakin bahwa Saldi akan memberikan warna untuk MK. Harapan lain, dia juga mampu mengangkat kembali marwah MK," kata Veri kepada gresnews.com, Minggu (9/4).


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar