Rita Ditahan, Rita Melawan

Sabtu, 07 Oktober 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/10). KPK resmi menahan Rita atas kasus dugaan menerima suap dan gratifikasi sebesar enam miliar rupiah dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP) Hery Susanto Gun terkait pemberian izin lokasi inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan Rita dilakukan sejak Jumat (6/10) untuk 20 hari kedepan, Rita akan menghuni rutan KPK yang baru diresmikan.

'Tersangka RIW (Rita Widyasari) ditahan di Cabang Rutan KPK Gedung Merah Putih di Kavling K4,' kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi konfirmasi kepada wartawan, Jumat (6/10).

Rita ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Salah satu materi pemeriksaan oleh KPK juga soal peningkatan harta kekayaan Rita.

'Materi pemeriksaan terkait dengan penerimaan gratifikasi oleh dua tersangka dan peningkatan kekayaan di LHKPN RIW (Rita Widyasari) selama menjabat,' ungkap Febri.

Rita keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/10) sekitar pukul 20.50 WIB. Saat keluar, Rita mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Dia sempat berkata tetap yakin tidak bersalah. 'Pokoknya saya akan tetap merasa tidak bersalah,' tegas Rita saat akan memasuki mobil tahanan.

Bukan hanya Rita yang ditahan. Sebelumnya, pada pukul 16.49 WIB tersangka lainnya dalam kasus ini, Khairudin, juga keluar. Rompi oranye tersemat di atas baju koko putih yang dikenakannya. Saat ditanya soal suap kepada Bupati, Khairudin enggan menjawab. 'Tanya penyidik saja,' tuturnya sambil memasuki mobil tahanan.

Khairudin ditahan di rutan berbeda. Dia menghuni Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Rita terjerat pasal berlapis, yakni soal suap dan gratifikasi. Dia diduga menerima suap Rp6 miliar dari Hery Susanto Gun selaku Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP).

Uang itu disebut diterima pada Juli dan Agustus 2010 untuk pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, kepada PT SGP.

Sementara itu, dalam dugaan gratifikasi, Rita bersama Khairudin, selaku Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), diduga menerima uang sebesar US$775 ribu atau setara Rp6,975 miliar. Gratifikasi itu diduga berkaitan dengan sejumlah proyek di Kukar.

Selain mengaku tak bersalah, Rita juga menegaskan akan mengajukan praperadilan. 'Saya, pertama, mengucapkan minta maaf kepada seluruh rakyat Kutai, Kaltim, karena hari ini saya dinyatakan tersangka dan harus menjalani prosesnya. Kami insyaallah akan melakukan praperadilan,' ungkap Rita.

Rita berpendapat proses penetapan tersangka atasnya dilakukan secara terburu-buru. Dia merasa masih punya peluang untuk membela diri. 'Dan saya merasa tidak bersalah dalam dua hal yang dituduhkan KPK, tapi proses ini harus saya lewati. Bahwa kalau diperiksa, harus ditahan, kan begitu, ya,' terangnya.

Rita kemudian mengamini adanya bantuan hukum dari partai yang menaunginya, Golkar. Namun untuk sementara ini Rita menyatakan masih menggunakan penasihat hukum secara pribadi.

'Ada (respons dari partai). Partai membantu. Beberapa (penasihat) hukumnya mau di... pendampingan hukum. Cuma mahal semua, jadi nanti (dipikirkan),' tutur Rita.

Dalam kesempatan itu, Rita juga menyangkal dugaan suap Rp6 miliar yang diterimanya dari PT Sawit Golden Prima (PT SGP). Dia mengklaim uang itu berasal dari penjualan emas warisan. 'Iya, (yang dengan) sawit itu benar-benar murni jual beli emas. Saksi saya belum pernah ditanya,' ujar Rita.

Menurut Rita, transaksi itu pun sudah lama terjadi. Dia menyatakan penjualan emas terjadi pada 2010. '(Itu emas) 15 kilogram. Saya punya emas dikasih bapak saya, saya jual,' ungkap Rita.

Dari dugaan KPK, uang suap yang diterima berkaitan dengan pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit kepada PT SGP. Penasihat hukum Rita, Noval El Farveisa yang mendampingi saat penahanan, memberi klarifikasi.

'Uang belum pernah diberikan. Jadi itu adalah prosesnya dijalankan oleh Pj (Penjabat) sebelum Bu Rita dilantik. Jadi bukan uang atas izin PT Golden (PT Sawit Golden Prima, red), bukan. Ini murni penjualan emas,' kata Noval di lokasi yang sama.

Sama seperti Rita, Noval secara tegas mengatakan akan mengajukan praperadilan atas status tersangka kliennya. Namun kini dia dan Rita perlu waktu untuk beristirahat. 'Nanti kita pikirkan, ya, Pak. Sekarang sudah terlalu lama (pemeriksaannya). Kita bisa istirahat dulu sebentar,' kata Noval.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar