Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono meminta isu berbau SARA menjelang Pilgub DKI 2017 dihentikan. Isu SARA dinilai memicu konflik.

"Tokoh partai, tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk bisa menahan diri. Jangan sampai ada konflik horizontal," kata Agung, Kamis (15/9) malam.

Sayangnya Agung tidak merinci kasus SARA yang mencuat. Namun dia menyebut isu itu muncul dalam pernyataan-pernyataan pihak tertentu yang tak elok menjadi konsumsi masyarakat.

"Kedepankan isu yang lebih kepada soal kapasitas calon, kapabilitas calon, bukan atas dasar hal-hal yang berbau SARA," lanjut ketua DPR itu.

Agung menyebut isu SARA bukan saja bisa memicu konflik horizontal, tapi juga bisa membuat partisipasi pemilih dalam Pilkada justru rendah. Padahal, harapan dari hangatnya kontestasi adalah partisipasi yang tinggi. (Ena/Dtc)