Peran Direksi di Kasus Kredit Fiktif Bank DKI Ditelisik

Kamis, 24 Maret 2016, 11:00:00 WIB - Hukum

Ilustrasi Teller Bank DKI tengah melayani nasabah. (ANTARA)

JAKARTA,GRESNEWS.COM - Kejaksàan Tinggi DKI Jakarta mendalami keterlibatan para direksi dalam kasus pembobolan Bank DKI Jakarta oleh PT Likotama senilai Rp230 miliar. Pembobolan bank dengan modus pemberian kredit fiktif itu diduga atas persetujuan dewan direksi Bank BUMD DKI Jakarta.

Hingga Maret 2016 penyidik telah menetapkan empat tersangka. Diantaranya tiga pegawai Bank DKI dan satu pihak swasta. Mereka adalah Gusti Indra Rahmadiansyah, pimpinan Divisi Risiko di Grup Manajemen Risiko Bank DKI. Dia ditetapkan tersangka pada 29 Januari 2016. Lalu, Dulles Tampubolon, selaku Group Head Kredit Komersial Korporasi Bank DKI. Ia ditetapkan tersangka pada 16 Januari 2016. Kemudian Hendri Kartika Andri, Account Officer Korporasi Bank DKI yang ditetapkan tersangka sejak 16 Januari 2016. Satu lainnya dari pihak swasta yakni Supendi. Keempatnya kini dalam penahanan pihak Kejaksaan Tinggi DKI.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Sudung Situmorang mengatakan, penyidik akan terus mengembangkan keterlibatan pihak lain termasuk keterlibatan direksi bank milik Pemprov DKI ini. Sebab dari keterangan saksi dan bukti, pencairan kredit sebesar Rp230 miliar sepengetahuan direksi. 'Kita kembangkan juga ke atasnya (direksi) kita masih menunggu hasil penyidikan,' kata Sudung usai bertemu Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Arminsyah, Rabu malam, (23/3).

Sudung menegaskan siapa pun pihak yang diduga terlibat kasus ini akan diperiksa. Namun untuk pengembangan kasus ini penyidik tidak akan serampangan. Penyidik akan tetap berpatokan pada alat bukti yang ada.



Sebab kasus pembobolan Bank DKI Jakarta yang terjadi pada 2013 silam itu berimbas pada kesehatan Bank DKI. Terkait atau tidak, kasus kredit fiktif berimbas besar kesehatan bank-nya. Faktanya, persentase kredit macet atau nonperforming loan (NPL) Bank DKI meningkat. Pada kuartal pertama 2015, kredit macet Bank DKI hampir menyentuh 5 persen atau Rp 1,3 triliun, meningkat dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang hanya 2 persen.

Sementara itu Corporate Secretary Bank DKI Zulfarshah mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang saat ini sedang disidik Kejati DKI Jakarta. Namun ia mengakui hingga saat ini belum ada pemanggilan untuk para direksi.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar