Mencari Keadilan untuk Didin si Pencari Cacing Sonari

Kamis, 18 Mei 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (ANTARA)

BERHARAP BEBAS - Didin sendiri dalam kasus ini mengaku tak merusak hutan, melainkan hanya mengambil cacing sonari yang menempel di pohon kadaka. Dia berharap mendapatkan keringanan hukuman. Didin mengaku tidak tahu menahu kerusakan lahan seluas 35 hektare di zona inti kawasan TNGGP sebagaimana informasi yang berkembang saat ini.

Saat tahu dirinya dikaitkan dengan kasus kerusakan lahan tersebut, ia kaget. "Saya tidak tahu itu. Saya nyarinya di tempat yang ada tumbuhan Kadaka, karena cacing sonari adanya di tumbuhan itu yang nempel di batang pohon," kata Didin.

Didin yang berprofesi sebagai penjual jagung bakar itu mencari cacing sonari atas pesanan 2 orang yang mengaku dari Bekasi. Kedua orang tak dikenal itu memesan 400 cacing. Alih-alih pesanan terselesaikan, Didin malah dijemput petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kamis (23/4).

Keesokan harinya, Jumat (24/3), Didin ditahan dan dititipkan di sel Mapolres Cianjur. Bapak 2 anak ini terancam hukuman 10 tahun karena aktivitas mencari cacing dinilai merusak hutan.

Istrinya, Ela Nurhayati (43) juga sudah berupaya melakukan pembebasan terhadap Didin dengan cara mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. "Warga dan ketua RT sini dukung, saya ingin status hukum suami saya jelas dan terang karena sudah 53 hari dia ditahan di Polres Cianjur, saya ingin pak Presiden bantu," tutur Ela.

Ela mengaku dalam surat yang ditulisnya itu meminta Presiden Jokowi agar membantu membebaskan suaminya. Pasalnya, tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada suaminya oleh pihak TNGGP dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sama sekali tidak benar dan tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

"Saya yakin suami saya tidak bersalah. Suami saya tidak merambah hutan, menebang pohon, merusak lahan apalagi sebagai penadah cacing kalung. Suami saya hanya mencari cacing sonari di tanaman Kadaka. Itu pun (mencari) tidak setiap saat, karena jika ada orang yang pesan saja," ucapnya.

Ela dan Didin diketahui sudah tinggal selama 15 tahun di Kampung Rarahan, ia tinggal di rumah sederhana milik warga asal Jakarta. Ada sebuah televisi dan dua lemari pendingin yang disebut Ela adalah kepunyaan pemilik rumah. Hasil pernikahan dengan Didin Ela dikaruniai dua orang anak, anak pertamanya berusia 20 tahun sementara yang kecil berusia 6 tahun.

Usai merampungkan tulisan di suratnya, ditemani ketua RT setempat, Ela pun bergegas menuju kantor pos terdekat untuk mengirimkan surat "jeritan hatinya" itu. "Mudah-mudahan sampai ke pak Jokowi dan dibaca langsung," ucapnya penuh harap. (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar