Mengungkap Misteri Kematian Saksi Kunci Kasus E KTP

Senin, 14 Agustus 2017, 11:00:00 WIB - Hukum

Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7). Setya Novanto menyatakan menghargai keputusan KPK yang menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau KTP-el dan ia akan patuh dan taat terhadap undang-undang yang ada. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Selubung misteri masih menyelimuti peristiwa tewasnya saksi kunci kasus e-KTP Johannes Marliem yang ditemukan tewas di Amerika Serikat. Apa yang menjadi penyebab kematian Johannes masih belum diketahu.

Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Washington DC Muhamad Al Aula mengatakan belum mengetahui kronologi kematian Johannes. Dia mengatakan pihaknya masih dalam proses koordinasi dengan instansi terkait.

'Belum ada kronologi detail dari otoritas setempat. Info penyebab kematian juga belum ada. Proses koordinasi antara instansi pemerintah terus berlangsung. Saat ini penanganan kasus sepenuhnya pada otoritas US. Kami masih menunggu update lengkap dari otoritas pemerintah US,' kata Muhamad, Sabtu (12/8).

Hal senada diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Setyo mengaku pihaknya belum mendapat berita tersebut secara resmi. Namun ia mengatakan Polri tidak ikut terlibat dalam penanganan kasus tersebut karena akan ditangani oleh pihak kepolisian AS. 'Polri tiak ikut menangani,' jelas Setyo.

Yang membuat, peristiwa ini semakin menarik perhatian, belakangan diketahui Johannes Marliem, sempat berkomunikasi dengan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Johannes tampak meminta dukungan dari LPSK.

'Permintaan belum, jadi memang pada tanggal 26 (Juli) saya buka komunikasi dengan yang bersangkutan, karena dia memang tinggal di Amerika ya, aku hanya WA mengenalkan diri kemudian aku kenalkan kenapa aku membuka komunikasi dengannya. Dia sih responsnya baik tapi ngomongnya irit, misalnya waktu aku jelasin saya Lili dari ini gitu kan, (Johannes menjawab) oke Bu Regar selamat malam, itu artinya dia lebih mengenal aku lebih dulu kan. Karena aku nggak sebut nama panjangku dan dia jawab oke selamat malam Bu Regar, gitu,' kata Wakil Ketua LPSK Lili Pintauli Siregar, Minggu (31/8).

Namun sayangnya, saksi kunci kasus korupsi e-KTP itu tidak menindaklanjutinya. Lili mengaku belum ada pembicaraan yang bersifat substansi dengan Johannes. Lili sempat mengarahkan Johannes untuk berkomunikasi dengan tenaga ahli LPSK untuk memproses permintaan perlindungan dari LPSK.

'Terus aku jelasin, kenapa menghubungi dia, lalu kemudian tidak ada subtansi, (hanya) mengenalkan lembaga, menawarkan bentuk perlindungan tapi kemudian aku bilang kalau emang serius dan lagi mikir coba dibuka websitenya LPSK, di situ ada semuanya dan saya akan arahkan ke tenaga ahli di divisi penerimaan permohonan,' ucap Lili.

Setelah itu, Lili mengaku terakhir berkomunikasi dengan Johannes pada 27 Juli lalu. Namun kemudian komunikasi terputus hingga Lili mendapat kabar tewasnya Johannes.
'Itu kemudian 27 Juli aku ingatin, aku bilang, bapak sudahkah tenaga ahli LPSK menghubungi, gitu, setelah itu aku tidak terinfo apapun sampai aku dapat kabar kemarin,' ucap Lili.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah memastikan kematian Johannes. Namun penyebab dari kematian, Kemenlu masih menunggu informasi dari otoritas AS. 'Johannes Marliem ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dini hari 10 Agustus 2017 di Los Angeles,' ungkap Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Natsir.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar