Belanda batasi gerak imigran legal, tapi warganya butuh TKI

Meskipun pemerintah Belanda kian membatasi ruang gerak para pekerja imigran gelap, secara sosial ekonomi kehadiran mereka tetap dibutuhkan oleh masyarakat Belanda. "Perjuangan itu tidak hanya berasal dari kelompok pekerja migran itu sendiri, tetapi melibatkan komponen-komponen dalam masyarakat Belanda."

Post Image
Ilustrasi: arrahmah.com

Jakarta - Meskipun pemerintah Belanda kian membatasi ruang gerak para pekerja imigran gelap, secara sosial ekonomi kehadiran mereka tetap dibutuhkan oleh masyarakat Belanda.

Kondisi tersebut menurut peneliti LIPI, Amin Mudzakkir menjadi dilema khususnya melalui apa perjuangan untuk melindungi hak dasar pekerja migran memperoleh legitimasi.

"Perjuangan itu tidak hanya berasal dari kelompok pekerja migran itu sendiri, tetapi melibatkan komponen-komponen dalam masyarakat Belanda," kata Amin di Jakarta, Rabu (4/4).

Menurut Amin, perjuangan Indonesia Migrant Workers Union (IMWU) the Nederland, justru merupakan bagian dari gerakan setempat, bahkan telah menjadi bagian dari solidaritas regional dan global.

"Dari sini pula kita bisa melihat bahwa soal ilegal adalah soal politik. Ia sangat tergantung pada tari menarik politik dalam proses pengambilan kebijakan yang melibatkan banyak aktor dan kepentingan," ungkapnya lagi.