Terkait Korupsi, SBY Masih Lindungi Para Kroninya
Sejumlah kasus sensitif seperti kasus Hambalang, Kasus Century dan kasus impor daging sapi yang diduga bersentuhan dengan kroni dan keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan tak akan tuntas hingga akhir masa jabatan SBY.
JAKARTA, GRESNEWS.COM - Sejumlah kasus sensitif seperti kasus Hambalang, Kasus Century dan kasus impor daging sapi yang diduga bersentuhan dengan kroni dan keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan tak akan tuntas hingga akhir masa jabatan SBY. Kasus tersebut baru bisa dituntaskan satu demi satu setelah SBY lengser dari jabatannya. "Saat ini sebagai presiden SBY masih bisa menggunakan kekuasaannya untuk mengamankan dirinya, keluarga dan orang-orang terdekatnya dari jerat hukum, " kata Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti kepada Gresnews.com, Kamis (26/12).
Ray mengatakan menjelang akhir masa baktinya pada Oktober 2014 yang tinggal hitungan bulan itu SBY diprediksi hanya akan meninggalkan warisan berupa kasus-kasus korupsi yang belum dapat diusut tuntas selama 10 tahun jabatanya. "Kasus-kasus seperti Hambalang, Century bahkan suap impor daging sapi yang diduga melibatkan keluarga dan orang-orang dekatnyamenjadi sulit untuk diusut tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujarnya.
Menurut Ray pada 2014 menjelang akhir masa bakti SBY gugatan-gugatan dari publik terhadap kasus-kasus tersebut akan semakin menguat. Namun saat ini sebagai presiden SBY masih bisa menggunakan kekuasaannya untuk mengamankan dirinya, keluarga dan orang-orang terdekatnya dari jerat hukum. Satu per satu kasus itu baru bisa dituntaskan setelah selesai masa jabatanya dan mereka yang selama ini dilindungi akan segera menjalani proses hukum. "Jadi seperti yang saya bilang legasi SBY hanyalah korupsi, tapi itu bukanlah legasi dan lebih tepat jika disebut tragedi," katanya.
Terkait pendapat Ray ini anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan wajar ketika seorang presiden menjelang akhir masa baktinya menuai hujatan seperti apa yang dialami oleh SBY pada saat ini. "Di ujung kekuasaan terutama yang terjadi pada era keterbukaan dimana kebebasan berpendapat dijunjung tinggi yang dikedepankan oleh publik tentu adalah sisi negatif dari kekuasaan," katanya.
Namun Mubarok mengatakan dalam waktu 10 bulan terakhir masih banyak yang bisa dilakukan oleh SBY untuk membuktikan kepada publik bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan yang korup seperti yang selama ini selalu dipersepsikan oleh para pengamat. "Kita lihat saja nanti satu atau dua bulan menjelang akhir masa baktinya penilaian publik pasti akan berubah," ujarnya.
Namun Mubarok enggan untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan SBY. Dia hanya menyatakan jika SBY masih menyimpan kebijakan-kebijakan strategis dalam upaya pemberantasan korupsi.
