Indonesia Tergolong Negara dengan Tingkat Pemborosan Energi Tertinggi
Beberapa tahun terakhir Indonesia tercatat menjadi negara dengan tingkat pemborosan energi listrik paling tinggi.
JAKARTA, GRESNEWS.COM - Beberapa tahun terakhir Indonesia tercatat menjadi negara dengan tingkat pemborosan energi listrik paling tinggi. Data yang disampaikan ASEAN Centre for Energy (ACE) tahun 2013 sangat memprihatinkan, sebab kenyataan pasokan listrik Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Hal itu juga ditunjukan dari pagu anggaran subsidi energi di APBN-P 2014 yang membengkak dari Rp100 triliun menjadi Rp453,3 triliun terbagi untuk subsidi listrik sejumlah Rp103 triliun. Di antara negara lain di Asia, Indonesia termasuk negara paling boros mengalokasikan dana subsidi energi. "Indonesia berada di urutan ketiga setelah Pakistan dan Bangladesh," ujar penghusaha nasional Sandiago Uno, dalam diakusi "Lebih Kreatif Anak Negeri, Hemat Energi" di Fx Sudirman, Jakarta, Kamis (27/11).
Bahkan menurut catatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjukkan intensitas pemborosan penggunaan energi di Indonesia empat kali lebih besar dibanding Jepang. Dalam ajang pemutaran film pendek bertema hemat energi kali ini ditampilkan beberapa video peserta yang membawa ide-ide keseharian yang berdampak besar bagi penghematan energi. Seperti penghematan energi yang dimulai dari hal kecil mematikan listrik satu jam sehari.
Sandiago juga mengupas sulitnya perizinan saat berinvestasi di bidang energi. Padahal, investasi bidang energi secara tidak langsung juga membantu wilayah-wilayah terpencil Indonesia agar teraliri listrik.
Ia menceritakan kesulitan dimulai dari masalah klaim tanah saat pembangunan pembangkit listrik. Biasanya warga sekitar akan melakukan penolakan lantaran takut terdampak radiasi. Hal inilah yang harus disosialisasikan pemerintah dengan tepat apa manfaat pembangunan pembangkit.
Andira Pramananta, salah seorang penyiar radio dalam kesempatan yang sama memberikan ide penghematan energi mulai dari tempat bangun dan tidur sehari hari, rumah. Dapat dibiasakan dari kini pembangunan rumah yang memungkinkan banyak cahaya masuk guna meminimalisir penggunaan listrik. "Pemasangan panel surya juga penting," katanya.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyatakan dalam rapat bersama DPD RI, ketidakstabilan kondisi negara saat ini merupakan buah dari kepemimpinan sebelumnya. Misalnya pada krisis kelistrikan yang sudah lama terjadi, secara gamblang, seharusnya bisa diselesaikan sejak lama.
Namun, ada banyak hal yang membuat kita seperti kehilangan akal sehat. "Banyak konflik kepentingan, sehingga kebijakan tak diambil," ujarnya saat memberi penjelasan di rapat di Gedung B DPD, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Rabu (26/11).
Ketertinggalan atau kesulitan listrik juga disebabkan kapasitas kontraktor lokal, bukan karena semata perizinan. Banyak pemain listrik yang berafiliasi dengan kekuatan-kekuatan politik, begitu pula pada migas.
