Di Balik Pembunuhan Sisca Yofie menurut Kriminolog UI

Namun, ada kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian, antara lain, misteri mengenai apakah Sisca dibunuh terlebih dahulu untuk kemudian jasadnya diseret hingga 500 meter. Atau, Sisca memang dihabisi nyawanya dengan cara keji oleh dua pelaku menggunakan sepeda motor diseret dan dibacok kepalanya

Post Image
Sisca Yofie (foto diambil dari Facebook)

JAKARTA - Polrestabes Bandung yang telah berhasil  mengumpulkan sejumlah alat bukti  relevan dan saksi pembunuhan Sisca Yofie, hendaknya segera membuat pengumuman terbuka, siapa pelaku utama pembunuhan tersebut. Dengan modal identifikasi terduga pelaku utama pembunuhan Sisca Yofie, pengumuman terbuka akan membuat masyarakat semakin percaya kepada Polri dan publik memperoleh rasa aman.

"Dapat dipastikan, pembunuhan Sisca Yofie bukan merupakan pembunuhan aksidental (accidental killing), melainkan bentuk torture murder, yaitu pembunuhan yang didahului penyiksaan (menyakiti korban secara fisik dengan sangat kejam, sebagai bentuk penghukuman terhadap korban," ujar kriminolog Universitas Indonesia (UI) Mulyana W Kusumah di Jakarta, Sabtu (10/8).

Mulyana mendapatkan informasi bahwa polisi sudah berhasil mengidentifikasi pelaku utama, bahkan sebagian mungkin sudah ditahan. "Namun aneh, kenapa aktor utama belum diungkap kepada publik," katanya.

Lebih lanjut Mulyana menjelaskan, aktor utama pembunuhan merencanakan torture murder, tentu saja dilatarbelakangi hubungan sosial yang buruk  dengan korban. Puncaknya dengan mengeksekusi korban serbagai pelampiasan kemarahan laten.

"Peristiwa pembunuhan Sisca Yofie memberi gambaran tentang  kerentanan perempuan kelas menengah mandiri di kota besar, yang berpotensi menjadi korban  kekerasan. Kita bisa melihat dengan jelas, solusi hubungan sosial patologis dengan cara kekerasan menunjukkan kecenderungan meningkat," kata Mulyana.

Empat hari sudah berlalu sejak Sisca Yofie ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah dekat rumah kos di kawasan Cipedes, Bandung. Hingga kini polisi masih belum bisa menemukan siapa dua pelaku yang menyeret tubuh Sisca ke aspal hingga tewas.

Namun, ada kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian, antara lain, misteri mengenai apakah Sisca dibunuh terlebih dahulu untuk kemudian jasadnya diseret hingga 500 meter. Atau, Sisca memang dihabisi nyawanya dengan cara keji oleh dua pelaku menggunakan sepeda motor diseret dan dibacok kepalanya.

Pengakuan Pelaku
Sementara itu Mabes Polri mendapat informasi adanya seseorang yang mengaku jadi pelaku pembunuh Sisca Yofie (34). Tapi polisi masih mendalami pengakuan ini.

"Sudah ada yang mengaku. Sedang dikembangkan pengakuannya," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Ronny Sompie di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Sabtu (10/8/2013).

Ronny menyebut polisi sudah melakukan 7 kali reka ulang. "Kita cek lagi. Jadi kita belum percaya pengakuannya," ujar dia. "Penyidik baru bilang sudah ada yang ngaku, ngakunya seperti apa tidak dijelaskan," imbuh Ronny.

Polisi sudah meminta keterangan 10 orang saksi terkait pembunuhan sadis ini. Para saksi yaitu warga yang melihat korban diseret, keluarga dan teman Sisca.

Selain itu BlackBerry milik Sisca ikut diperiksa untuk menelusuri komunikasi yang dilakukan Sisca sebelum kejadian terjadi. (*/dtc/GN-01)