Pak Anas, Pulanglah ke Perpustakaan. Tanda Tangan Anda Ditunggu Karyawan

Anas Effendi menghilang, pegawai kecil pun bingung. "Buat pengajuan TK (Tunjangan Karier) gimana tanda tangannya nanti," kata seorang petugas pengamanan Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD).

Post Image
Gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta (Sammy/Gresnews.com)

GRESNEWS - Anas Effendi menghilang, pegawai kecil pun bingung. "Buat pengajuan TK (Tunjangan Karier) gimana tanda tangannya nanti," kata seorang petugas pengamanan Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) yang ditemui Gresnews.com, Rabu (20/2).

Anas adalah mantan Walikota Jakarta Selatan yang digeser oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi Kepala BPAD. Anas dilantik oleh Gubernur Fauzi Bowo pada 25 November 2011 menggantikan Syahrul Effendi yang waktu itu digeser menjadi Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman. Anas sebelumnya menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Selatan.

""
Anas Effendi

Sejak pelantikan sebagai Kepala BPAD, yang juga tidak dihadirinya, di Balai Kota, 14 Februari lalu, Anas bak ditelan langit.

Kemarin, Gresnews.com menyambangi kantor BPAD yang (seharusnya) dipimpin oleh Anas. "Pak Anas belum kelihatan, Mas, sejak setelah kabar pelantikan kemarin. Saya gak pernah ngeliat dia ke kantor," kata petugas satpam yang mempersilakan Gresnews.com masuk gedung.

Pantauan pada pukul 15.00 WIB di kantor yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No.1, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu suasananya nampak sepi. Letak gedung yang satu lokasi dengan gudang induk Transjakarta itu pun kurang strategis karena tak terlalu terlihat dari jalanan umum.

Selanjutnya, setelah mencoba masuk melalui pintu belakang, nampak beberapa pegawai BPAD sedang mengobrol di depan pintu. Pencarian pun dilanjutkan hingga bertemu dengan Kepala Sub Bidang Sistem Informasi BPAD Mudjiono.

Gresnews: Mau ketemu Bapak Anas Effendy, ada, Pak?

Mudjiono: Pak Anas tidak ada, Mas. Memang belum terlihat sepertinya.

Gresnews: (Sepertinya) Pak? Berarti sejak kemarin juga Pak Anas belum datang ke sini, Pak? Kalau begitu, secara koordinasi instruksi dan arahan kerja dari siapa Pak, jika kepalanya tidak ada? Wakilnya?

Mudjiono: Wakil juga tidak ada, Mas. Ya, dari sekretariat BPAD, Mas. Pak Agus Bambang namanya. Kalau dari pegawai sih nggak berpengaruh ada atau tidaknya bos, Mas.

Gresnews: Bisa saya bertemu Pak Agus Bambang pak?

Mudjiono: Iya, sebentar, Mas, saya coba panggilkan.

""
Suasana Gedung BPAD (Sammy/Gresnews.com)

Tak lama kemudian Mudjiono kembali dan mengatakan bahwa Agus sibuk bekerja. "Lagipula dia (Agus) bilang bahwa takut ada yang salah kata dalam membicarakan mengenai Pak Anas Effendi," kata Mudjiono.

Menuju ruang kepala BPAD yang seharusnya ditempati Anas pun kosong. Alhasil, hari itu Gresnews.com tidak bisa bertemu Anas hingga pukul 18.00 WIB.

Sementara Mudjono pun bercerita tentang apa itu BPAD. Menurutnya, dulu kantor BPAD terletak di daerah Cikini dan pindah ke wilayah Pulo Mas sejak 2007. Kantor Dinas Perpustakaan Pemprov DKI terdiri dari Badan Perpustakaan dan Arsip, Layanan Perpustakaan dan Kantor Perpustakaan dan Arsip yang terletak di masing-masing wilayah.

""
Struktur BPAD (Sammy/Gresnews.com)

"Jadi satu kantor yaitu Badan Perpustakaan dan Arsip yang terletak (di sini) Pulomas, satu layanan perpustakaan yang terletak di daerah Kuningan (Perpustakaan Daerah Jakarta), dan enam kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah yang terletak di masing-masing wilayah (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan di Kepulauan Seribu)," jelasnya.

Mudjiono menambahkan, Kantor BPAD fungsinya adalah untuk menyimpan semua arsip wilayah Jakarta. Terdapat dua ruang penyimpanan utama di BPAD, yaitu, ruang fumigasi yang berguna untuk mensterilkan setiap arsip yang masuk, dan juga ruang khusus, yang berguna untuk menyimpan arsip-arsip berharga dimana ruangan ini tahan terhadap kebakaran dan bencana banjir.

""
Foto-Foto Fauzi Bowo di Gedung BPAD (Sammy/Gresnews.com)

"Ya, intinya bagaimana kita bisa memberikan layanan perpustakaan dan meningkatkan minat membaca, selain fungsi sebagai tempat penyimpanan arsip. Meningkatkan minat membaca tersebut melalui program-program tentunya, seperti seminar yang berkaitan dengan minat baca, ada pembekalan mengenai public speaking, kepribadian, yang nanti nominatornya bisa kita jadikan mitra tentunya, ada juga pameran-pameran," ujar Mudjiono.

Mudjiono juga menambahkan ada rencana untuk penambahan gedung untuk kantor BPAD tersebut.

"Nanti rencananya akan ada penambahan gedung. Ada dua blok lagi sepertinya yang akan ditambahkan. Nanti satu blok untuk kantor pegawai, dan satu blok lagi untuk penyimpanan arsip," ujar Mudjiono.