Diyakini tulang vampir, kerangka berusia 700 tahun akan dipamerkan Museum Bulgaria
Animo itu pula yang mendorong Museum Sejarah Bulgaria berniat memamerkan tengkorak dan kerangka ´vampir´ pekan depan, setelah berhasil mengangkat sisa-sisa tulang berusia 700 tahun dari dua orang yang dadanya ditusuk dengan batang besi.
FILM tentang vampire selalu laku keras. Twilight Saga adalah contoh sukses film yang memecahkan rekor box office dengan meraup lebih US$70 juta. Kehausan publik terhadap vampire tampaknya mirip dengan hausnya publik terhadap legenda tersebut.
Animo itu pula yang mendorong Museum Sejarah Bulgaria berniat memamerkan tengkorak dan kerangka ´vampir´ pekan depan, setelah berhasil mengangkat sisa-sisa tulang berusia 700 tahun dari dua orang yang dadanya ditusuk dengan batang besi.
Para arkeolog yang melakukan penggalian di sebuah biara dekat Laut Hitam di kota Sozopol menemukan tulang-tulang yang dikubur dengan ritual pagan, ritual menurut mereka ditujukan untuk mencegah orang berubah menjadi vampir.
"Ini adalah kepercayaan pagan yang secara luas dipercaya di Bulgaria pada abad ke-12 dan ke-14. Orang-orang sangat percaya tahayul saat itu," kata Kepala Museum Sejarah Nasional Bulgaria, Bozhidar Dimitrov seperti dikutip BBC.
Arkeolog, kata Bozhidar, menemukan lebih dari 100 penguburan dengan ritual pagan semacam itu di seluruh Bulgaria, khususnya dari pemakaman bangsawan abad pertengahan yang diklaim sebagai pengisap darah abadi.
Dimitrov menjelaskan, orang-orang yang semasa hidup dianggap buruk tersebut menurut kepercayaan pagan bisa berubah menjadi vampir setelah meninggal dunia dan akan menyiksa orang-orang yang masih hidup.
"Karena itu mereka sering ditusuk dengan batang besi atau kayu," katanya seperti dikutip BBC.
Muasal vampir
Bulgaria, negara Balkan yang masih menganut kepercayaan pagan sampai ajaran Kristen masuk pada abad ke-19. Berbatasan dengan Rumania, tempat kelahiran penguasa abad ke-15 yang sering dihubungkan dengan tempat karakter fiksi populer Dracula bersarang.
Penguasa kejam Rumania abad ke-15 yang bernama Vlad Tepes sebenarnya bukan vampir, tapi kekejaman dan namanya menjadi inspirasi bagi novelis Bram Stoker untuk membuat karakter fiksi Dracula.
Walau Tepes memang juga mempengaruhi gambaran fiksi dari vampir masa kini, akar vampir sesungguhnya memiliki asal yang berbeda. Dari segi kebudayaan, vampir adalah suatu fenomena yang muncul di seluruh dunia.
Kepercayaan akan adanya vampir berasal dari takhayul dan asumsi yang keliru tentang pembusukan mayat setelah kematian. Catatan penemuan pertama tentang vampir tersebar di Eropa pada abad pertengahan. Cerita-cerita itu semua mengikuti pola sama: suatu kesialan menimpa seseorang, suatu keluarga atau suatu kota, mungkin karena paceklik yagn merusak panen atau tersebarnya wabah.
Di masa itu, ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan pola cuaca dan teori kuman. Jadi, kesialan apa pun yang tak jelas penyebabnya bisa disalahkan pada vampir, sebagai jawaban mudah untuk menjelaskan mengapa dari dulu hal buruk bisa terjadi pada orang yang baik.
