Hahh.... Koki di Jepang potong dan memasak penisnya untuk menjamu tamu resto
SEORANG pemuda Jepang, 22, Mao Sugiyama yang berprofesi koki memasak penisnya dan disajikan kepada lima tamu yang telah memesan untuk hidangan makan malam. Batang penis tersebut dipotong menjadi lima bagian lalu dimasak dengan mushroom (sejenis jamur). Sugiyama mematok tarif 160 poundsterling per potong dan total terkumpul 800 poundsterling.
SEORANG pemuda Jepang, 22, Mao Sugiyama yang berprofesi koki
memasak penisnya dan disajikan kepada lima tamu yang telah memesan untuk
hidangan makan malam. Batang penis tersebut dipotong menjadi lima
bagian lalu dimasak dengan mushroom (sejenis jamur). Sugiyama mematok
tarif 160 poundsterling per potong dan total terkumpul 800
poundsterling.
Sugiyama kini tergolong asexual setelah memotong sendiri penisnya dan harus menjalani perawatan medis akibat pendarahan.
Sumber yang dikutip Mail Online menyebutkan penis disimpan di kulkas sebelum diracik dan dimasak untuk dihidangkan.
Jamuan malam dengan hidangan unik itu diminati lima pengunjung restoran.
Sebelum bersantap para peminatnya dihibur resital piano dan diskusi
kecil seperti dilaporkan CalorieLab.com.
Mao yang mengenalkan diri pada tamu dengan inisial HC, tidak segan-segan
bercerita kepada tamu-tamunya tentang menu yang bakal disajikan.
Dia menjelaskan secara santai bahwa dia memasak sendiri penisnya sesuai kapasitasnya sebagai koki restoran.
Promosi via Twitter
Sugiyama menjajakan penisnya melaui Twitter dengan harga 800 pounds,
tapi penisnya akan dibagi enam potong untuk ditawarkan pada enam
peminat.
Dia berkicau, "saya menawarkan kelamin pria seharga 800 pounds untuk hidangan makan malamm Saya orang Jepang."
Dia melanjutkan, "organ vital saya bebas penyakit, berfungsi normal dan saya bukan pria yang pernah menerima hormon wanita."
Kicauan Mao ditanggapi oleh 70 peminat di Tokyo, tapi hanya lima peminat
yang serius ingin menikmati karena yang lain kadung jijik dan memilih
hidangan biasa seperti beef dan daging buaya di restoran tempat Mao
bekerja.
Penikmat makanan langka ini hanya disebut adalah pasangan berusia 30
tahunan, wanita usia 22 tahun, pria 32 tahun dan Shigenobu Matsuzawa,
29, yang berprofesi event planner.
Suasana bersantap di resto diunggah Mao melalui blognya tapi belakangan
dihapus dan dinyatakan Mao bahwa tulisan dan foto tersebut adalah
sesuatu yang privasi.
Sementara kelima penyantap penis, kata Sugiyama mengutip keterangan
tamunya, bahwa rasa ´daging´ seperti karet dan terlalu kecil ukurannya
untuk digigit.
Polisi setempat yang dihubungi terkait kasus unik tersebut menyatakan,
tindakan Mao tidak dapat ditelusuri polisi karena merupakan hak
privasinya sehingga dinyatakan tidak melanggar hukum.
