Reformasi birokrasi SBY gagal, sosok "Dhana" produknya

Transparansi Internasional Indonesia (TII) menilai reformasi birokrasi yang dijalankan pemerintahan SBY sejak 2008 sampai saat ini gagal total. Hal itu ditandai dengan kasus mafia pajak yang masih saja muncul, termasuk rekening gendut Dhana Widyatmika yang kini terkuak.

Post Image
Ilustrasi: beritajakarta.com

Jakarta - Transparansi Internasional Indonesia (TII) menilai reformasi birokrasi yang dijalankan pemerintahan SBY sejak 2008 sampai saat ini gagal total. Hal itu ditandai dengan kasus mafia pajak yang masih saja muncul, termasuk rekening gendut Dhana Widyatmika yang belakangan terkuak.

“Upaya reformasi birokrasi selama bertahun-tahun dilakukan untuk membenahi Ditjen Pajak, Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan mengalami kemuduran,” kata Wakil Sekjen TII, Luky Djani dalam diskusi ‘Pembajak Pajak’ di Jakarta, Sabtu (3/3).

Luky mengatakan, awalnya pemerintah optimistis dengan reformasi birokrasi, namun sekarang kelanjutannya mendadak mengkhawatirkan karena meski remunerasi sudah diterapkan dan kode etik serta prosedur telah ditegakkan, ternyata kasus penggelapan pajak tetap muncul.

“Kasus DW (Dhana Widyatmina) dan Gayus itu hanya bagian kecil saja,” ujar Luky.

Ia menekankan penanganan kasus mafia pajak membutuhkan keseriusan. Penegakan hukum berupa penahanan terhadap mafia pajak, menurut Luky, perlu dilengkapi dengan upaya memiskinkan yang bersangkutan.

“Kalau kita menggunakan semua instrumen hukum, kita bisa memiskinkan koruptor,” kata Luki.