Dialog Jakarta-Papua, TNI siap untuk dilibatkan
"Kalau pemerintah menginginkan (dialog) kita siap saja. Namun tugas utama kita sebenarnya bukan dialog dengan masyarakat. Tugas kita sesuai UU 34 menjaga perbatasan dan juga menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,"ujar Iskandar di Jakarta, Kamis (24/11).
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan kesiapan ikut serta dalam dialog Jakarta-Papua, apabila diinstruksikan pemerintah.
Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI, Iskandar Sitompul, meski siap melakukan dialog, namun tugas utama TNI bukanlah melakukan dialog dengan masyarakat.
"Kalau pemerintah menginginkan (dialog) kita siap saja. Namun tugas utama kita sebenarnya bukan dialog dengan masyarakat. Tugas kita sesuai UU 34 menjaga perbatasan dan juga menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,"ujar Iskandar di Jakarta, Kamis (24/11).
Tentara itu kan pemerintah, lanjut Iskandar, bukan berdiri sendiri. Kalau memang itu kemauan pemerintah maka TNI harus mengikuti perintah tersebut.
Format dialog
Sebelumnya, Koordinator Jaringan Damai Papua Neles Tebay berharap format dialog bisa mengakomodasi atau diterima kepentingan Papua dan Jakarta dengan melibatkan sembilan pihak yaitu, orang asli Papua, warga Papua termasuk pendatang, Pemda, pemerintah pusat, polisi, tentara, Freeport dan perusahaan asing yang beroperasi di Papua, TPN/OPM dan orang Papua di luar generi.
"Dialog ini sendiri diharapkan bukan hanya lips service semata, melainkan segera dilakukan langkah-langkah awalnya," kata Neles Tebay.
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ifdhal Kasim meminta pemerintah membenahi manajemen keamanan di Papua dengan mengevaluasi postur, struktur dan kultur aparat keamanan yang selama ini bertugas di Papua.
