Presiden Prabowo Subianto melontarkan satu kata ke ruang publik: goblok. Bukan ke sembarang orang — tapi ke siapa saja yang berani beda pendapat dengannya.
Semua berawal dari kritik soal proyek jembatan yang tak kunjung rampung. "Kamu bikin jembatan, goblok," katanya menirukan cibiran itu, lalu menjawab santai, "Ya saya goblok, tapi rakyat minta jembatan, saya bangun."
Tak lama, ia justru menantang para pakar soal kejujuran intelektual. Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Masduki, menyebut ini bentuk anti-intelektualisme paling nyata dari seorang kepala negara — sebuah alarm serius bagi masa depan bangsa.
Yang tak disangka: Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) menyebut ini bukan sekadar gaya bicara, melainkan awal permusuhan terbuka terhadap kaum intelektual.
Sebab kekuasaan paling gentar bukan pada senjata, tapi pada orang yang berani berpikir beda.
