Bansos beras itu harusnya sampai di depan pintu rumah rakyat miskin. Tapi kenapa cuma berhenti di kelurahan—dan negara diduga rugi Rp200 miliar?
KPK memeriksa Kepala Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, soal penyediaan beras untuk transporter penyalur bansos PKH. Kontrak jelas: distribusi door to door sampai rumah penerima. Faktanya, vendor diduga cuma antar sampai kelurahan—ke mana sisanya?
Sebelumnya, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe, Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, juga sudah diperiksa penyidik. Tiga orang lebih dulu jadi tersangka: Rudy Tanoe sendiri, Kanisius Jerry Tengker selaku eks Direktur Utama PT DRL, dan Edi Suharto, mantan Staf Ahli Menteri Sosial.
Dua perusahaan besar pun ikut jadi tersangka—korupsi ini bukan cuma ulah satu orang, tapi sistem yang dirancang berjamaah.
Rakyat menunggu beras di depan rumah, sementara di atas kertas, semua terlihat serba rapi.
