Rumah mewah di Cibubur itu tampak tenang dari luar. Tapi Kamis malam itu, penyidik KPK justru membongkar rahasia besar di baliknya.
Pemiliknya, Ipda Yayat Sudrajat alias "Lippo", anggota Polri, diperiksa sebagai saksi dalam pengembangan kasus suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Dalam persidangan sebelumnya,
Yayat sendiri mengaku pernah menjadi perantara proyek di lingkungan Pemkab Bekasi—dan menerima aliran uang hingga Rp16 miliar dari kontraktor Sarjan, yang kini duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Bandung. Penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik dari rumahnya untuk mendalami jaringan ijon proyek ini.
Ironisnya, sosok yang seharusnya menegakkan hukum justru mengaku pernah jadi bagian dari lingkaran uang proyek yang ia awasi sendiri.
Rumah mewah selalu punya cerita tentang dari mana uangnya berasal dan kali ini ceritanya kebetulan melibatkan seragam yang harusnya menjaga, bukan menjajakan, kepercayaan publik.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bilang penyidikan masih tahap awal. Tapi publik sudah paham satu hal: proyek pemerintah daerah kerap jadi ladang subur bagi siapa saja yang tahu cara "membuka pintu"—bahkan kalau pintunya dijaga aparat sendiri.
