Dana Pendidikan Baru "Diselamatkan" MK, eh Muncul Proyek Baru dari Istana

Presiden Prabowo Subianto geram lihat huruf buku pelajaran kekecilan. Ironisnya, ini terjadi persis setelah Mahkamah Konstitusi tegaskan: dana pendidikan haram diotak-atik, bahkan untuk Makan Bergizi Gratis sekalipun.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya cerita, Presiden cek sekolah satu per satu, temukan buku gampang rusak, tulisan terlalu kecil. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi langsung sigap, susun rencana pembaruan fisik buku ajar SD sampai SMA.

Bahan diganti, huruf diperbesar, desain dirombak total, dari SD sampai SMA. Proyek besar, anggaran pasti besar. Publik pun bertanya: dari pos mana dana ini keluar, kalau MK baru saja putuskan dana pendidikan wajib murni untuk sekolah, bukan proyek dadakan?

Anehnya, ide besar ini justru lahir dari usulan Seskab dan Setneg bukan dari Kemendikdasmen, pemilik sah urusan pendidikan.

Huruf boleh diperbesar, tapi soal ke mana uang rakyat mengalir, jangan sampai penjelasannya makin mengecil.