Bagaimana jika orang yang ingin menjadi pembongkar rahasia justru dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas rahasia itu?
Juni 2026. Kejaksaan Agung menolak permohonan Justice Collaborator dari Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyidik menilai Sony bukan pelaku kecil yang membantu mengungkap perkara, melainkan salah satu aktor sentral.
Kasus ini bermula dari pengadaan sarana dan prasarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyidik menduga terjadi penggelembungan harga atau markup dalam pengadaan berbagai barang, termasuk kendaraan operasional dan perangkat pendukung. Nilai kontrak diduga jauh lebih tinggi dibanding harga sebenarnya.
Di pemeriksaan, Sony mengaku telah memberikan berbagai informasi kepada penyidik, termasuk dugaan proyek CCTV fiktif yang disebut-sebut terkait rangkaian perkara yang sama. Namun Kejagung tetap berpendapat perannya terlalu dominan untuk memperoleh status JC.
Semakin banyak rahasia yang dibuka Sony, semakin kuat alasan penyidik bahwa ia mengetahui permainan itu sejak awal.
