Berapa Prajurit Lagi Harus Gugur Sebelum Negara Bertindak?

Berapa prajurit lagi harus gugur sebelum negara benar-benar menjamin mereka pulang hidup? Satu lagi tentara Indonesia tumbang dalam misi perdamaian. Namanya Praka Rico Pramudia. Bukan gugur di perang Indonesia.

Tapi di tanah asing, Lebanon, saat membawa mandat damai di bawah UNIFIL. Ia meninggal setelah luka berat akibat ledakan artileri di Adchit Al Qusayr. Pemerintah lewat Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan itu dan mendesak investigasi PBB.

Tapi publik bertanya lebih jauh apakah kutukan cukup? Karena ini bukan korban pertama. Dan setiap prajurit yang dikirim ke zona konflik berangkat dengan satu janji tak tertulis: negara melindungi mereka.

Jika ancaman berulang, maka tanggung jawab pemerintah bukan sekadar berduka… tetapi memastikan perlindungan pasukan diperkuat, aturan keterlibatan dievaluasi, dan tak ada lagi prajurit Indonesia pulang sebagai peti jenazah.

Ironinya, mereka dikirim menjaga perdamaian…namun justru gugur di tengah perang yang bukan milik mereka. Dan mungkin pertanyaan terbesarnya bukan siapa menembak tetapi siapa bertanggung jawab bila ini terjadi lagi.