Bayangkan empat nelayan dari Pulau Pari yang luasnya cuma 42 hektar, kini jadi petarung iklim global! Mereka bukan lagi rebutan ikan tapi berani ngadu ke pengadilan Swiss lawan raksasa semen Holcim!
Alasan? Mereka bilang Holcim itu ibarat “penjahat cuaca”: ikut memproduksi lebih dari 7 miliar ton CO₂ semenjak 1950, sekitar 0,42% dari seluruh emisi industri global!
Akibatnya laut makin naik, air laut banjir rumah, pepaya dan pisang rusak, dan sepeda motor karatan. Mereka menuntut bukan cuma uang: tapi tanam mangrove, dinding pantai, dan emisi CO₂ dipangkas 43% pada 2030 dan 69% pada 2040!
Keputusan pengadilan di Zug, Swiss baru-baru ini menolak semua keberatan Holcim dan menerima gugatan untuk diperiksa lebih lanjut artinya kasus ini bukan sekadar drama bersambung, tapi benar-benar lanjut!
Holcim bilang itu urusan legislatif, bukan urusan nelayan kecil di pengadilan meski mereka klaim sudah potong emisi lebih dari 50% sejak 2015 dan target net-zero di 2050.
Jadi sekarang lihat nih: Pulau mini di tropis pamer otot hukum lawan raksasa semen Swiss! Siapa sangka perjuangan nelayan bisa jadi preseden iklim global?
