Likuiditas Jumbo Rp276 Triliun Mandek: KAMMI Desak Presiden Evaluasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Pemerintah menggelontorkan likuiditas jumbo ke perbankan. Angkanya tak main-main: sekitar Rp276 triliun. Kebijakan ini digagas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan tujuan mendorong kredit dan menggerakkan ekonomi.

Namun hasilnya dipertanyakan. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai jurus ini gagal total. Data perbankan nasional menunjukkan pertumbuhan kredit 2025 melambat di kisaran 8–9 persen, jauh di bawah harapan pemerintah.

Di saat bersamaan, suku bunga kredit perbankan masih di atas 10 persen, membuat pelaku UMKM dan industri enggan meminjam. Alhasil, bank kebanjiran dana negara, tapi memilih parkir likuiditas di instrumen aman, bukan menyalurkan ke sektor produktif.

KAMMI pun mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menkeu Purbaya. Karena ekonomi bukan soal banyaknya uang di bank, tapi seberapa jauh uang negara benar-benar hidup di rakyat.