Maruarar Sirait : Open House di Tengah Tsunami Duka Sumatera

Selamat datang di negara dengan empati sesat. Ketika banjir membunuh ribuan, merusak ratusan ribu rumah tapi pesta pejabat tetap jalan!

Di Aceh, Sumatera Utara & Sumatera Barat, banjir dan longsor telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, melukai ribuan, dan memaksa sekitar 1,1 juta orang kehilangan rumah, total 186.000+ rumah rusak akibat bencana besar ini.

Tapi tunggu dulu! Di Jakarta, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sedang gelar Open House Natal & ulang tahun ke-56, lengkap dengan deretan menteri dan tokoh nasional yang tertawa sambil bersalaman. 

Waktu rakyat Sumatera bergulat dengan lumpur, air, pengungsian, dan trauma, para pejabat justru bersulang, menikmati sop, sate, bakwan Malang, dan lampu Natal yang kelap-kelip penuh gaya. 

Kini video Open House itu viral di media sosial, tak hanya dinilai tidak empatik, tapi publik tak habis pikir: “Pejabat yang sedang harusnya menangani rumah rusak, malah sibuk merayakan rumahnya sendiri.”

Sementara itu di lapangan: warga masih tinggal di tenda, lingkungan rusak parah, listrik baru pulih di ribuan desa, dan pembangunan hunian sementara baru dimulai belakangan ini. 

Kritik netizen langsung membanjiri jagat maya: “Empati bukan kata, tapi waktu hadir di tengah rakyat!” Di satu sisi banjir membunuh di sisi lain lampu Natal pejabat tetap nyala terang.