Sumatra tenggelam, korban nyaris 1.000 jiwa tewas, ratusan ribu rumah rusak, ratusan ribu warga mengungsi — tapi status Bencana Nasional? Belum juga!
Gubernur Bobby Nasution menegaskan pemerintah daerah dan pusat sudah beraksi lewat status darurat bencana dan bantuan logistik — jadi menurutnya, “nasional atau nggak, sama aja bantuannya sudah sampai.”
Namun kritik langsung muncul: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, mendesak pemerintah segera tetapkan status nasional karena dampaknya sudah jauh melebihi kapasitas daerah. 3,2 juta jiwa terdampak, 1,1 juta mengungsi, ribuan luka-luka — katanya ini bukan bencana lokal lagi.
Bukan hanya DPR: anggota DPRD Sumut dari NasDem, Pdt Berkat Kurniawan Laoly, bahkan bilang kalau banjir tak ditetapkan bencana nasional, “Nias harus merdeka!” (ya, lebay banget).
Sementara pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, memilih terus monitoring, bantuan dikirim, recovery dijanjikan, tapi label nasional tetap ditahan — katanya prosesnya harus sesuai aturan dulu.
Fakta di lapangan? 147.000 rumah rusak, ratusan ribu warga masih mengungsi, dan kerusakan mencapai triliunan rupiah — banyak yang heran kenapa ini belum jadi “nasional.”
Pemerintah bilang bantuan tetap jalan meski status belum “Bencana Nasional.” Namun masyarakat & legislator bilang ini tragedi besar dan perlu respons nasional penuh — bukan hanya darurat daerah! Drama kebencanaan tak kalah panas dari banjirnya sendiri.
