Dakwaan Chromebook Era Nadiem: Laptop Online untuk Sekolah Tanpa Internet, Negara Rugi Rp2,1 Triliun

Laptop mahal menyala tapi mati, tak berguna. Bukan rusak tapi karena tak ada internet. Inilah nasib Chromebook di sekolah Tertinggal Terdepan dan Terluar.

Jaksa mengungkap, pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management di era Menteri Nadiem Anwar Makarim gagal menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Dalam dakwaan, Sri Wahyuningsih bersama Nadiem Anwar Makarim, Ibrahim Arief, Mulyatsyah, dan Jurist Tan disebut menyusun kajian kebutuhan TIK tanpa identifikasi kondisi riil sekolah, sehingga laptop berbasis Chrome OS tak bisa digunakan optimal.

Jaksa menegaskan, Chromebook wajib terkoneksi internet, sementara koneksi justru menjadi masalah utama di sekolah 3T. Saat offline, seluruh perangkat lunak tak bisa dipakai.

Tak hanya itu, Chromebook juga tak mendukung Ujian Nasional Berbasis Komputer dan aplikasi berbasis Windows seperti Microsoft Office, Dapodik, hingga aplikasi pembelajaran Kemendikbud.

Akibat proyek yang dipaksakan ini, negara disebut rugi Rp2,1 triliun. Digitalisasi pun berubah jadi monumen kegagalan kebijakan.