Beras Rp 60 Ribu per Kg? Salah Ketik, Kata Kementerian Pertanian, Drama Tabel Bantuan Bencana yang Bikin Publik Ngamuk

Tiba-tiba, jagat medsos geger: sebuah tabel bantuan bencana dari Kementan membubuhkan angka “beras Rp 60.000 per kilogram.”

Netizen langsung semprot: “Mahal banget! Ini beras premium atau beras DJ Khaled?” Harga pasar cuma sekitar Rp 14–16 ribu per kg, artinya ada mark-up gila-gilaan. 

Tapi kemudian, Kementan balik kanan, bilang itu cuma “salah ketik satuan.” Angka Rp 60.000 bukan per kilogram, melainkan untuk satu paket 5 kg. Jadi kalau dibagi, harganya kembali wajar: sekitar Rp 12.500 per kg. 

Total bantuan beras pun diperbaiki: bukan Rp 1,3 miliar, tapi sekitar Rp 16 miliar dengan total distribusi mencapai 1.200 ton. 

Dengan nada agak diplomatis, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono sampaikan permintaan maaf atas kebingungan dan keliru penulisan data serta apresiasi kepada publik yang teliti.

Klarifikasi dan konfirmasi cepat menunjukkan transparansi lebih baik data dibetulkan daripada kubur kesalahan diam-diam. Bantuan tetap dijamin sampai korban bencana.

Namun kalau sudah sampai “viral dulu, baru klarifikasi”, kepercayaan publik bisa goyah. Banyak yang tanya: kenapa tidak validasi dulu sebelum rilis? Efeknya: masyarakat was-was, takut bantuan tak sesuai harapan.

Akhirnya, dari heboh harga mahal, kita balik ke harga normal tapi reputasi, sekali disorot warganet, susah dibersihkan sekilas ketikan.