MBG: Makan Bergizi Gratis atau Program Maut? Dari Ratusan Keracunan sampai Truk Nabrak Murid!

Program Makan Bergizi Gratis alias MBG yang semula dimaksudkan buat bantu anak sekolah, kini berubah jadi headline teror pangan dan lalu lintas!

Bukan hanya kasus keracunan massal — ratusan hingga ribuan siswa di berbagai daerah diduga sakit, mual, muntah, dan bahkan harus dirawat setelah konsumsi makanan MBG. Di Ngawi saja, 164 murid dilarikan ke puskesmas, 28 orang sampai opname.  Data pemerintah sebelumnya juga mengakui ada lebih dari 5.000 siswa yang keracunan MBG sepanjang 2025. 

Belum selesai dari keracunan, kini MBG juga mengaspal jadi tragedi jalanan. Di Jakarta Utara, mobil operasional MBG yang dikendarai sopir pengganti tiba-tiba menerobos gerbang sekolah dan menabrak 19 siswa serta 1 guru. 

Sopir berdalih “salah injak pedal,” sementara Gubernur DKI datang menjenguk korban dan terlihat menitikkan air mata. Sebelumnya juga terjadi kecelakaan maut yang menewaskan dua orang ketika mobil MBG tertabrak kereta di Purworejo. 

Pro: Pemerintah bilang tujuan MBG mulia: beri gizi seimbang ke jutaan anak dan ibu hamil. Presiden bahkan menyebut manfaatnya jauh lebih besar daripada insiden keracunan. 

Kontra: Publik ngotot: “Ini bukan sekadar salah dosis, tapi sistem yang amburadul!” Ombudsman juga sempat minta sekolah menolak perjanjian yang menutup-nutupi kasus keracunan. 

Dari nasi kotak yang bikin muntah sampai truk yang jadi pelari pagi tragis, MBG kini dipelesetkan netizen jadi Makan Beracun Gratis.  Sekali lagi, program bergizi yang digadang jadi kebanggaan kini justru jadi sorotan, antara harapan dan realita yang membingungkan rakyat.