Bahlil 93% Nyala, Tapi Aceh Masih Gelap! Lampu Padam, Janji Menghentak

Aceh dilanda banjir dan longsor,, gardu roboh, jaringan kelistrikan putus, ribuan warga terpaksa hidup di kegelapan. Masuk Bahlil Lahadalia di depan Presiden Prabowo Subianto ia berseru: ‘Malam ini, seluruh Aceh sudah menyala! 93% listrik sudah pulih!’

Tapi kenyataan? Malam harinya di Banda Aceh ibukota provinsi banyak wilayah masih gelap gulita. Pemadaman masih terjadi di lokasi seperti Kecamatan Ulee Kareng dan Lampriet. Warga frustrasi. Cahaya hanya datang dari rembulan atau senter bukan lampu.

Menurut data resmi PT PLN (Persero), dari 323 penyulang terdampak banjir/ longsor, 197 sudah menyala kembali; dari 14.916 gardu distribusi terdampak — sekitar 10.837 sudah beroperasi. Total pemulihan, katanya, 93% sistem listrik Aceh berhasil pulih.  Tapi angka itu kontras dengan kondisi nyata di lapangan.

Beberapa kabupaten terdampak bahkan melaporkan pemulihan listrik hanya sekitar 25 %-n-an pada malam itu jauh dari klaim ‘seluruh Aceh menyala’. Itu artinya: janji muluk, kenyataan lampu padam.

Karena kalau data bisa dipoles – lalu gimana nasib warga yang masih meraba remang-remang malam di rumah luluh lantak pasca banjir? Lampu mati. Janji terang. Warga tetap meraba. Jadi, rakyat Aceh jangan sampai tergoda klaim manis pakai angka. Saat pemilu datang pilih yang bisa nyalain lampu betulan, bukan yang pintar nyalain mikrofon.