Umrah Saat Bencana Banjir: Bupati Mirwan Pergi, Warga Mengungsi!

Bayangkan ribuan warga tengah merapatkan diri dalam dinginnya hujan, rumah-rumah terendam, tangis dan doa menggema di Aceh Selatan. Tapi siapa sangka saat kesedihan dan tangis pilu merundung rakyatnya.

Mirwan MS, sang Bupati, malah mengepak koper menuju Tanah Suci bersama istri, untuk umrah. Izin sudah ditolak oleh Gubernur Aceh. Status darurat bencana masih menggantung. Tapi bupati bilang situasi sudah ‘membaik’. Hmm. 

Hasil? Foto-foto di Mekah viral, netizen tanya: ‘Sembahyang dulu, urus rakyat sana belakangan? Kritik langsung meluncur dari partainya sendiri. Partai Gerindra menurunkan jabatan bupati sebagai Ketua DPC.

Bahkan Prabowo Subianto bereaksi keras: ‘Kalau tentara kabur saat perang, itu namanya desersi — tak bisa ditoleransi!’ Sekarang? Bupati bakal diperiksa oleh Kementerian Dalam Negeri tim inspektorat turun ke Aceh Selatan.

Punya harta hampir Rp 26 Miliar, bebas tiket umrah pertama? Tapi rakyat basah, rumah hanyut, kenapa prioritasnya mabrur dulu? Doa di Tanah Suci boleh saja, tapi doa rakyat di tanah air ditinggalkan begitu saja. Bupati mana yang tanggung jawab?