Di negeri yang katanya menjunjung hukum, kejadian absurd kembali terjadi: para polisi yang merekayasa kasus Sambo, pembunuh anak buahnya sendiri sesama polisi… bintangnya balik lagi, saudara-saudara.
Bukan cuma balik, beberapa malah naik pangkat—kayak habis menang undian berhadiah, bukan habis terseret skandal pembunuhan berencana. IPW langsung lempar alarm: ini namanya “Silent Blue Code”—kode senyap yang artinya “asal masih satu seragam, semua bisa diatur.”
Dulu dihukum etik, dikurung, dicopot jabatan. Sekarang? Seolah masuk mesin cuci institusi—keluar lagi dengan seragam rapi dan jabatan baru. Publik cuma bisa geleng-geleng kepala:
“Lho, yang salah siapa? Yang dihukum siapa? Yang dipromosikan siapa?” Semua blur—kayak CCTV rusak. Institusi sibuk bicara reformasi, tapi faktanya: para pemain lama justru naik level. Mirip gim RPG, tapi cheat code-nya: kebal konsekuensi.
Dan di tengah drama ini, pertanyaan paling pedas muncul: Jika pelanggaran sekelas Sambo bisa dimaafkan, apa kabar keadilan rakyat jelata? Hasil akhirnya jelas: silent blue code hidup, dan hukum… lagi-lagi cuma cameo.
