Drama Golf Petinggi PT Pertamina Patra Niaga & BP Singapore Pte Ltd: Dari Rumput Hijau ke Kursi Sidang Korupsi
Bayangkan: di tengah kasus besar pengadaan minyak mentah senilai triliunan rupiah, petinggi BUMN duduk santai di lapangan golf bersama bos asing. Ya, itu nyata: Edward Corne, VP Trading Operations Pertamina Patra Niaga, digugat dalam sidang karena bermain golf bersama petinggi BP Singapore.
Saksinya? Ferry Mahendra Setya Putra — perwakilan BP Singapore (via perusahaan afiliasi PT Jasatama Petroindo) yang mengaku diundang ke lapangan golf tanggal 25 Oktober 2022, sekitar sebulan sebelum tender impor minyak dibuka.
Ferry menyebut ada enam orang di sana, termasuk Voon Zhi Jiang, Head of Gasoline Trader BP Singapore. Menurut Ferry, hanya Edward, Voon, dan dua perwakilan BP lainnya yang “serius” main golf. Ferry dan seorang staf BP lain bernama “Amel” katanya cuma mukul-mukul bola ringan.
Yang bikin publik ternganga: seluruh biaya golf ditanggung BP Singapore. Di saat proses tender minyak bisa menggerakkan triliunan rupiah, kita dibiarkan bertanya: apakah ini sekadar olahraga golf atau “pemanasan” untuk negosiasi besar?
Yang makin menajamkan sorotan: dalam dakwaan disebut sederet nama dari Pertamina & perusahaan mitra termasuk Riva Siahaan (Dirut Pertamina Patra Niaga) dan sejumlah pejabat lain, sebagai bagian dari skema pengadaan yang dianggap melanggar etika dan hukum.
Kini, lapangan golf bukan sekadar tempat relaksasi. Fakta di sidang memperlihatkan: di situ bisa juga digelar pertemuan yang kemudian diributkan dalam koridor hukum dan publik. Drama bisnis, kekuasaan, dan etika, semua melebur dalam satu swing klub.
