Hotman Paris Sindir Nadiem Kaya tapi Pelit

Kasus laptop Chromebook di Kemendikbudristek kembali panas. Dan tiba-tiba, Hotman Paris bukan lagi pengacara Nadiem Makarim. Alasannya? Hotman nyeletuk: ‘klien kaya tapi pelit’.

Pada 24 November 2025, keluarga Nadiem mengganti tim hukumnya. Resmi disebut karena Hotman terlalu sibuk. Tapi nada Hotman jelas: dia merasa dilepas begitu saja.

Sebelumnya Hotman membela mati-matian. Dia bilang audit BPKP tidak menemukan kerugian negara. Menurutnya harga laptop normal, distribusi beres, program jalan.

Tapi Kejaksaan Agung punya versi lain. Mereka menyebut potensi kerugian negara mencapai Rp 1,9 triliun dari proyek yang berjalan 2019 sampai 2022.

Di tengah perbedaan versi itu, Hotman melontarkan kalimat pedas: dia hanya mau bekerja untuk dua jenis klien—yang benar-benar miskin, atau yang kaya dan royal. Kalau kaya tapi pelit? ‘No way,’ katanya.

Sindiran itu bikin publik geleng-geleng. Karena yang sedang diperiksa bukan kasus receh, tapi proyek besar negara. Dan hubungan pengacara-klien bisa putus cuma karena soal ‘komitmen’ dan ‘bayaran’.

Dan seperti biasa, rakyat cuma bisa menonton dari pinggir: ketika orang kaya galau soal memilih pengacara, rakyat kecil bahkan tak punya pilihan selain berharap kasusnya tak diseret terlalu jauh. Rakyat hanya perlu melihat mereka yang bersalah menuai ganjaran setimpal.