Indonesia kembali punya episode baru dari serial panjang Pajak Bocor, Negara Tekor. Kejaksaan Agung resmi mencekal lima nama dalam dugaan korupsi pajak 2016–2020 — dan yang bikin publik terbelalak: salah satunya Victor Rachmat Hartono, Dirut PT Djarum, salah satu pewaris gurita bisnis keluarga Hartono, keluarga paling tajir di negeri ini.
Ya, benar. Bukan pengusaha kecil, bukan UKM sablon kaos, tapi pewaris kerajaan bisnis raksasa. Nama Victor disandingkan bersama mantan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, pemeriksa pajak muda Karl Layman, konsultan pajak Heru Budijanto Prabowo, dan Kepala KPP Bernadette Ning Dijah Prananingrum.
Semuanya masih berstatus saksi, kata Kejagung. Tapi langkah pencekalan menunjukkan dugaan permainan pajak ini bukan kelas receh. Ini liga para heavyweight.
Yang lebih pedas: dugaan korupsinya membentang dari tahun 2016 hingga 2020 — era di mana reformasi pajak katanya sedang digencarkan. Nyatanya? Reformasi di atas kertas, sementara di lapangan justru diduga terjadi jurus-jurus kreatif ala elite.
Publik pun bertanya: bagaimana mungkin pewaris salah satu keluarga terkaya di Indonesia ikut terseret dalam pusaran pencekalan kasus pajak? Apakah ini puncak gunung es? Atau hanya permukaan dari kedalaman yang belum tersentuh penyidik?
Yang jelas, drama pajak ini baru dimulai. Dan ketika nama sebesar Hartono ikut dalam daftar pencekalan, itu tandanya suhu politik, ekonomi, dan penegakan hukum Indonesia baru saja naik beberapa derajat.
