Menkomdigi Meutya Hafid Mau Blokir Cloudflare & ChatGPT, Regulasi PSE Masih Beta Version Tapi Tombol Blokir Full Release!

Di negeri +62, ada satu hal yang selalu pasti: kalau urusan blokir, pemerintah gercep luar biasa. Dan kini, Menkomdigi Meutya Hafid siap menekan tombol sakral itu—mengancam Cloudflare dan ChatGPT.

Alasannya? Mereka belum daftar sebagai PSE privat. Versi Komdigi, ini demi ‘kedaulatan digital’, perlindungan publik, dan perang melawan judi online yang ternyata 76% sembunyinya pakai Cloudflare. Dunia maya memang keras, tapi angka itu bikin makin geleng-geleng.

Tapi sabar dulu. Cloudflare itu tameng jutaan situs sah: kampus, bisnis, media, sampai blog patah hati. Kalau diblokir, internet Indonesia bisa ikut masuk fase gelap—bukan karena hacker, tapi karena niat baik yang kebablasan.

Meutya Hafid bilang Komdigi tetap terbuka dialog. Tapi kalau platform ngeyel? Siap-siap kena sanksi administratif sampai cut-off total. Serius sekali. Padahal, pendaftaran PSE sendiri masih sering kayak drama: bikin bingung, berubah-ubah, dan yang penting… judul regulasinya aja belum konsisten.

Yang makin satir: blokir sebesar apa pun selalu bisa ditembus netizen tiga detik kemudian. DNS custom, VPN, atau sekadar trik receh. Jadi kadang, ancaman pemblokiran ini lebih terasa seperti ‘gesture tegas’, ketimbang solusi teknis.

Akhirnya publik bertanya: ini regulasi mau disempurnakan dulu atau tombol blokir yang mau dipencet duluan? Karena kalau urusan blokir boleh gercep, harusnya urusan ngerapihin PSE nggak pakai mode ‘draft selamanya’.