Semarang geger! Seorang dosen Untag ditemukan tewas telanjang di kamar kostel. Bukan thriller, ini kenyataan—dan lebih rapi dari naskah film festival.
Yang menemukan? Bukan staf hotel… tapi AKBP B, pejabat Polda Jateng. Iya, pejabat. Saksi kunci yang posisinya terlalu strategis untuk sekadar ‘kebetulan lewat’.
Dan ternyata konon mereka sudah tinggal bareng dua tahun di kostel itu. Dua tahun! Tapi penjelasannya: ‘hanya kenal dari S3’. Publik langsung tepuk jidat—karena jarang ada pertemanan akademis sekompak itu sampai serumah.”
Polisi bilang: tidak ada kekerasan, hanya bekas infus. Korban memang punya riwayat penyakit menyeramkan: tensi ll190, gula 600. Tapi tetap saja, kematian di kamar kostel bersama pejabat polisi bukanlah ‘kematian biasa’ dalam kamus publik.”
“Keluarga minta autopsi penuh, curiga ada yang disembunyikan. Apalagi saksi utamanya punya pangkat, kedekatan, dan posisi yang bisa bikin penyelidikan serasa permainan puzzle versi ‘God Mode’.”
Jadi pertanyaannya: ini tragedi alami? Atau ada tangan-tangan halus yang sedang menata alurnya? Publik menunggu—sebelum kasus ini disulap jadi drama yang ending-nya sengaja dipotong.
