Patrick Walujo, bos besar GoTo, kini di ujung tanduk digital. Bukan karena server error, tapi karena pemegang saham besar mulai gatal. SoftBank, Provident, sampai Peak XV, kabarnya sudah sepakat satu hal: “Unicorn ini butuh nakhoda baru.”
Saham GoTo merosot lebih dari 40 persen sejak Patrick pegang kemudi. Investor mulai panik, analis tetap kalem, seperti biasa. Dan netizen cuma geleng-geleng: “Startup paling sibuk di negeri ini kok larinya malah mundur?”
GoTo buru-buru klarifikasi: RUPSLB Desember nanti? Katanya cuma agenda rutin. Tapi kalau perusahaan sudah bela diri, biasanya api gosipnya udah nyala duluan. Apalagi, di belakang layar beredar kabar merger sama Grab.
Kalau benar, kursi Patrick bisa jadi cuma halte sementara di perjalanan startup yang dulu dijual sebagai mimpi, tapi makin terasa seperti drama korporasi jam prime time. Boleh jadi halte selanjutnya adalah pengusutan kasus Go To, yang bukan tidak mugkin menyeret Patrick juga.
GoTo... dari “Go To The Moon” jadi “Go To Bingung”.
