Anak Dijual di Facebook: Bangsa yang Kehilangan Nurani dan Akal Sehat

Di tengah gempuran Anak Dijual di Facebook: Bangsa yang Kehilangan Nurani dan Akal Sehatpromo 11.11, ada promo yang bikin merinding: anak manusia dijual online! Bukan di pasar gelap, tapi di grup Facebook, tempat komentar receh bercampur dosa besar. Pelakunya — empat orang dewasa yang kehilangan akal sehat.

Satu menculik bocah empat tahun di taman Pakui Sayang, taman yang harusnya tempat tawa, bukan tempat transaksi manusia kecil. Yang satu lagi datang dari luar kota, bukan untuk menolong, tapi buat COD anak orang seharga tiga juta rupiah. Lebih murah dari harga motor bekas — tapi jauh lebih mahal dosanya di akhirat.

Dan dua lainnya di Jambi, bukan pembeli sayur di pasar, tapi penjual ulang anak manusia, lintas provinsi, lintas nurani. Mereka bahkan menyalurkan korban ke komunitas Suku Anak Dalam, seolah manusia hanyalah paket ekspedisi moral.

Motifnya sederhana tapi kejam: “butuh uang.” Ya, di negeri yang katanya subur makmur, ternyata masih ada orang yang rela menjual masa depan bangsa sendiri demi selembar rupiah.

Empat orang pelaku sudah ditangkap — dan publik cuma punya satu tuntutan: Hukum seberat-beratnya! Karena jika menjual anak hanya dibalas belas kasihan, maka hukum kita resmi kehilangan jiwa.