Skandal Triliunan Rupiah di Telkom: Dari Tele Pailit ke GOTO Nyungsep, Prabowo Mau Tanggung Jawab juga?

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk alias Tele resmi pailit! Padahal, anak usaha Telkom — PT PINS Indonesia — pernah jor-joran beli 24% sahamnya senilai Rp 1,39 triliun. BUMN telekomunikasi raksasa itu kini seperti sinyal 3G di era 5G — lemot, ngadat, dan penuh gangguan hukum.

Masalahnya, bukan baru kemarin. Sejak 2015, KPK sudah mengendus aroma gosong dari akuisisi ini. Tapi sampai sekarang? Masih penyelidikan! Nama mantan Dirut PINS, Slamet Riyadi, bahkan sudah sempat nongol di gedung KPK tahun 2020. Namun, kasusnya? Mangkrak. Seperti modem yang disiram kopi.

Tak cukup sampai di situ. Telkom kembali berjudi lewat anaknya Telkomsel — tanam duit Rp 6,4 triliun ke GOTO. Hasilnya? Saham amblas, nilai turun, dan publik cuma bisa geleng-geleng. Dua investasi jumbo, dua-duanya boncos. Dan rakyat? Jadi penonton setia drama BUMN rasa telenovela.

Kini desakan makin kencang: KPK harus bangun dari tidur panjangnya! Presiden Prabowo boleh ikut tanggung jawab seperti di kasus whusss. Audit BPK, bongkar semua aliran dana, dan buka siapa di balik keputusan bodoh ini. Karena kalau uang rakyat bisa lenyap triliunan begitu saja — yang pailit bukan cuma Tele, tapi juga keadilan negeri ini.