Pertamina, Politik, dan Dua Tokoh Misterius: Saat Bisnis Jadi Bahasa Tekanan

Di negeri ini, bisnis dan politik sering bersanding mesra—terutama di jantung energi bernama Pertamina. Dan ketika keduanya berpelukan, yang tercekit justru uang rakyat.

Kasus terbaru, dua tokoh nasional disebut menekan mantan Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, agar “memperhatikan” proyek tangki BBM Merak milik Riza Chalid. Sebuah bisikan yang berbuntut kerugian negara hingga Rp2,9 triliun.

Di ruang sidang Tipikor Jakarta, Karen mengaku ditekan halus — lewat kata “perhatikan” yang terasa seperti perintah berselimut sopan santun. “Ya, saya merasa tertekan,” ujarnya lirih, sambil menyebut dua tokoh itu “nasional”, tapi tanpa nama.

Jaksa menilai proyek sewa terminal BBM Merak tak sesuai prosedur lelang. Dan Riza Chalid, si “Raja Minyak”, kembali muncul di balik layar. Antara bisnis, kuasa, dan Pertamina — semuanya seperti tak pernah benar-benar lepas.

Pertanyaannya: sampai kapan perusahaan pelat merah ini jadi panggung negosiasi politik? Karena kalau setiap keputusan dibungkus “tekanan halus”, maka yang kasar adalah cara mereka merampas uang publik. Coba komennya netizen mana?