Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Projo: Bukti Akademik atau Aksi Politik?

Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan langkah “bersejarah”: menunjukkan ijazah aslinya kepada rombongan Projo di rumahnya di Solo. Sebuah momen yang disebut Budi Arie… “pembuktian paling otentik di dunia politik modern.”

Ya, ijazah yang selama bertahun-tahun jadi bahan perdebatan, kini muncul bukan di ruang akademik, tapi di ruang politik. Bukan di hadapan ahli forensik dokumen, tapi di depan pasukan loyalis yang sudah hapal setiap jargon “merah-hitam tetap Jokowi!

Mereka menatap lembar ijazah itu dengan khidmat — seolah menyaksikan artefak peradaban kuno yang bisa menyembuhkan luka politik bangsa. Dan Budi Arie pun mantap berkata, “Asli, bro!” — seolah kebenaran kini resmi disahkan lewat tepukan pundak dan selfie bersama.

Tapi tunggu dulu. Kalau benar ijazah itu asli, kenapa tidak sekalian ditunjukkan ke publik, ke para ahli, ke UGM sendiri untuk diverifikasi ilmiah? Kenapa justru ditunjukkan ke ormas politik yang jelas-jelas bagian dari lingkar kekuasaan?

Di negeri di mana ijazah bisa jadi alat klarifikasi politik, satu pertanyaan menggantung di udara Solo: Apakah kebenaran akademik kini harus dilegalisasi oleh loyalitas? Atau… memang hanya Projo yang berhak tahu nilai akhir “Presiden cumlaude” dari Universitas Kekuasaan?Gimana menurut kalian?