Apa sebenarnya motif Prabowo mewajibkan semua menteri naik Maung Pindad Nasionalisme… atau gengsi politik berlapis baja?
Dengan suara komando, ia bilang: “Saya nggak mau tahu! Semua harus pakai Maung! Seolah kabinetnya batalyon yang siap patroli, bukan rapat ekonomi.
Mobil dinas mewah buatan luar? Disuruh parkir, kecuali hari libur — biar tetap tampak sederhana, di depan rakyat yang tak punya BBM subsidi.
Tapi, Menteri Purbaya langsung pasang rem tangan: Produksi Maung belum siap, anggarannya ada — tapi unitnya masih ngantri di pabrik.
Jadi sementara rakyat disuruh bangga produk lokal, para menteri mungkin masih numpang Alphard dulu — sambil menunggu Maung datang dari mimpi industri.
Pertanyaannya, apakah ini langkah nyata membangun kemandirian nasional, atau sekadar show of force dengan pelat merah dan plat nasionalisme baru?Menurut kamu, ini visi… atau misi gaya?
