Subuh di Pondok Aren… bukan azan yang membangunkan Dessi Juwita, tapi nyawa yang nyaris melayang karena modus jual beli mobil ala penjahat COD!
Setelah disekap dan disiksa di kontrakan Tangerang Selatan, Dessi nekat kabur jam 04.50 pagi, saat empat penjaganya tertidur lelap. Ia merayap, membuka pintu, memanjat pagar besi, hingga diselamatkan kakek tua di pinggir jalan. Polisi pun bergerak cepat, menangkap sembilan pelaku dari Pondok Aren sampai Setiabudi — termasuk dua otak utama: Nunung dan Adrian.
Yang katanya ‘COD’, tapi ujungnya bukan cash on delivery, melainkan chained on danger. Dari jual beli mobil, berubah jadi jual beli nyawa! Dan semua ini terjadi di tengah ramainya transaksi daring yang tanpa pengawasan ketat.
Dessi mungkin selamat, tapi berapa banyak korban lain yang tak seberuntung dia? Apakah keamanan transaksi rakyat kecil masih sekadar janji di brosur digital ekonomi?
