Kluivert Terbang, Garuda Tumbang!

Patrick Kluivert resmi dipecat! Sang legenda Belanda ternyata tak cukup sakti buat bawa Garuda terbang ke Piala Dunia. Ya, mimpi 2026 resmi jatuh… sebelum lepas landas.

Federasi langsung mencabut kontraknya setelah timnas gagal lolos di babak penentuan. Padahal awalnya digadang-gadang jadi ‘revolusi sepak bola nasional’—lengkap dengan jargon DNA Eropa, latihan modern, dan mental juara. Nyatanya? Yang berubah cuma gaya rambut staf pelatih.

Kluivert datang dengan visi besar, tapi mungkin lupa: ini bukan liga Belanda, ini liga ‘politika sepakbola Indonesia’. Di sini, yang lebih cepat dari pemain bukan sprint di lapangan, tapi manuver di ruang rapat. Pemainnya disalahin, pelatihnya dipecat, pejabatnya aman-aman aja.

Sekarang Kluivert pulang, Garuda masih terkapar, dan federasi siap lempar nama baru lagi. Tapi pertanyaannya: sampai kapan pelatih yang ganti, kalau sistemnya tetap begini—siapa sebenarnya yang pantas dipecat?