Proyek kereta cepatnya melesat... tapi utangnya? Masih nyangkut di stasiun bernama ‘Siapa yang Bayar? Mantan Presiden Jokowi harus bertanggungjawab.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tegas menolak pakai APBN buat bayar utang kereta cepat Jakarta–Bandung. Katanya, duit rakyat jangan dipakai nutup proyek yang katanya business to business. Tapi lucunya, Istana malah sibuk ‘mencarikan jalan’. Jalan ke mana? Ke kas negara juga?
Dulu, proyek ini dibilang simbol kemajuan. Sekarang, malah jadi simbol tagihan tanpa ujung. Yang ngerasain cepat cuma keretanya… yang bayar lama ya rakyatnya! Dan kalau utang ini akhirnya ditanggung negara, berarti rakyat bayar dua kali: lewat pajak, dan lewat janji manis pembangunan.
Pak Jokowi yang menandatangani proyek ini, harusnya juga yang pertama bertanggung jawab.
Pertanyaannya: apakah Jokowi siap naik kereta tanggung jawab… atau malah turun di stasiun lepas tangan? Kalau menurut Anda bagaimana?
