Dijuluki Si Jalak Harupat — burung kecil yang lantang bersuara. Tapi suara itu dibungkam... oleh fitnah di awal kemerdekaan.
Otto Iskandar Dinata, pejuang keras kepala dari tanah Sunda.
Julukan Jalak Harupat ia dapat karena lidahnya tajam seperti duri bambu — berani menegur kekuasaan, membela rakyat, tanpa takut kehilangan jabatan.
Tapi keberanian itu dibalas kejam. Ia difitnah pengkhianat, dituduh antek Belanda — hoaks yang menyulut amarah massa.
Desember 1945, Otto diculik, disiksa, lalu dibunuh.
Jasadnya tak pernah ditemukan — konon dibuang ke laut Mauk, bersama sunyi yang menelan kebenaran.
Otto bukan mati di medan perang, tapi di medan fitnah.
Si Jalak Harupat jadi korban hoaks pertama Republik — bukti bahwa suara jujur sering berakhir tragis… di negeri yang baru belajar merdeka.
