Prabowo mungkin kuat hari ini… tapi kalau pilpres 2029 masih gandeng Gibran, bisa jadi bumerang.
Gibran memang tiket emas di 2024, berkat restu istana. Tapi di 2029, situasinya bisa berubah: citra dinasti makin dipersoalkan, dan publik bisa jenuh dengan politik warisan keluarga.
Alih-alih memperkuat koalisi, duet ini bisa bikin suara tergerus. Lawan politik mudah menyerang dengan isu dinasti, nepotisme, hingga demokrasi yang dikerdilkan.
Buat Prabowo, mempertahankan Gibran bukan hanya soal setia, tapi juga taruhan besar. Kalau salah hitung, bisa-bisa pragmatisme berubah jadi kerugian politik.
Singkatnya, Prabowo bisa menang sekali dengan Gibran… tapi untuk menang dua kali? Bisa jadi justru Gibranlah yang jadi batu sandungan.
